BERBAHAGIALAH ORANG YANG LEMAH LEMBUT
Matius 5:5
"Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi."
Tidak sulit untuk marah.
Tidak sulit untuk membalas.
Tidak sulit untuk mengatakan kata-kata yang menyakitkan ketika hati kita terluka.
Yang sulit adalah tetap tenang ketika diperlakukan tidak adil.
Yang sulit adalah tetap mengasihi ketika disakiti.
Yang sulit adalah tetap menjaga hati ketika orang lain tidak menjaga perasaan kita.
Di dunia yang mendorong kita untuk selalu menang, Yesus justru berkata,
"Berbahagialah orang yang lemah lembut."
Kata "lemah lembut" berasal dari kata Yunani praus.
Dalam dunia kuno, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan seekor kuda liar yang telah dijinakkan.
Kuda itu tidak kehilangan kekuatannya.
Ia tetap kuat.
Ia tetap mampu berlari dengan cepat.
Tetapi kekuatannya kini berada di bawah kendali.
Demikian pula dengan kelemahlembutan.
Lemah lembut bukan berarti lemah.
Bukan berarti takut.
Bukan berarti tidak memiliki keberanian.
Lemah lembut adalah kekuatan yang dikendalikan oleh Tuhan.
Kita semua pernah berada dalam situasi ketika kita memiliki alasan untuk marah.
Seseorang mungkin memperlakukan kita dengan tidak adil.
Seseorang mungkin mengucapkan kata-kata yang melukai hati kita.
Seseorang mungkin meremehkan usaha dan pengorbanan kita.
Pada saat seperti itu, reaksi yang paling mudah adalah membalas.
Tetapi kelemahlembutan memilih jalan yang berbeda.
Bukan karena tidak mampu membalas.
Melainkan karena memilih menyerahkan perkara itu kepada Tuhan.
Yesus memberi teladan yang sempurna.
Ketika difitnah, Ia tidak membalas.
Ketika dihina, Ia tidak mengutuk.
Ketika disalibkan, Ia tidak memanggil bala tentara surga untuk membinasakan musuh-musuh-Nya.
Ia memilih taat kepada Bapa.
Ia memilih kasih daripada pembalasan.
Dan justru di situlah kekuatan-Nya terlihat paling nyata.
Mungkin hari ini ada seseorang yang menyakiti Anda.
Mungkin ada perlakuan yang terasa tidak adil.
Mungkin ada kata-kata yang masih membekas dalam hati.
Tuhan mengerti rasa sakit itu.
Namun Tuhan juga mengundang Anda untuk menyerahkan hak membalas kepada-Nya.
Karena tidak semua pertempuran harus dimenangkan dengan kata-kata.
Tidak semua serangan harus dibalas.
Dan tidak semua penghinaan harus dijawab.
Kadang-kadang kemenangan terbesar terjadi ketika kita memilih tetap memiliki hati yang lembut di tengah dunia yang keras.
Sebab orang yang lemah lembut bukanlah orang yang kehilangan kekuatannya.
Mereka adalah orang-orang yang menyerahkan kekuatannya kepada Tuhan.
"Kedewasaan rohani terlihat bukan dari seberapa keras kita membalas, tetapi dari seberapa besar kita menyerahkan diri kepada Tuhan."
"Meekness is strength under control." Warren Wiersbe
#UcapanBahagia
#TheBeatitudes
#LIFEWords