Sabtu, 06 Juni 2026

KISAH SI ANAK SULUNG Bagian Ke-5

SUKACITA ATAS PEMULIHAN

Lukas 15:32 
"Kita patut bersukacita dan bergembira, karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali; ia telah hilang dan didapat kembali."

Perhatikan bahwa sang bapa tidak berkata, "Kita harus mengadakan pesta karena dia sudah bertobat." 

Ia berkata, "Kita patut bersukacita karena dia telah hidup kembali."

Bagi sang bapa, yang terpenting bukanlah seberapa jauh anak itu jatuh, melainkan bahwa ia telah kembali.

Inilah hati Allah.

Ketika anak sulung melihat adiknya, ia melihat masa lalu yang memalukan. 

Ketika sang bapa melihat anak itu, ia melihat masa depan yang dipulihkan.

Anak sulung masih menghitung dosa. Bapa sedang merayakan anugerah.

Sering kali kita tanpa sadar memiliki hati anak sulung. Kita berdoa meminta pengampunan untuk diri sendiri, tetapi sulit menerima bahwa Tuhan juga mengampuni orang yang pernah melukai kita. 

Kita bersukacita ketika hidup kita dipulihkan, tetapi diam-diam kecewa ketika Tuhan memulihkan orang yang menurut kita "tidak layak." 

Namun Kerajaan Allah tidak dibangun di atas kelayakan manusia, melainkan di atas kemurahan Allah.

Seorang berdosa yang bertobat membawa sukacita besar di surga karena pemulihan adalah kemenangan kasih karunia atas dosa.

Mengapa Kita Sulit Bersukacita?

Karena kita sering lebih mencintai keadilan bagi orang lain daripada kasih karunia bagi mereka.

Kita ingin belas kasihan untuk diri sendiri dan penghakiman untuk orang lain.

Tetapi salib Kristus menghancurkan standar ganda itu.

Di kaki salib, tidak ada orang yang lebih layak dan tidak ada orang yang lebih tidak layak. Semua diselamatkan oleh anugerah yang sama.

Seperti yang dikatakan oleh Timothy Keller:
"The gospel is this: we are more sinful and flawed in ourselves than we ever dared believe, yet at the same time more loved and accepted in Jesus Christ than we ever dared hope."
("Injil adalah ini: kita jauh lebih berdosa dan rusak daripada yang pernah kita sadari atau berani akui, namun pada saat yang sama kita jauh lebih dikasihi dan diterima di dalam Yesus Kristus daripada yang pernah kita harapkan.") 

Injil mengajarkan bahwa jika Allah telah menerima seseorang, siapakah kita sehingga menolak mereka?

Hati Bapa Adalah Hati yang Merayakan Pemulihan. 

Setiap kali seorang yang terhilang kembali kepada Tuhan, surga berpesta.

Setiap kali sebuah keluarga dipulihkan, Tuhan bersukacita.

Setiap kali seorang yang jatuh bangun kembali, Tuhan bersukacita.

Setiap kali seorang pendosa bertobat, Tuhan bersukacita.

Pertanyaannya bukanlah: "Apakah orang itu layak dipulihkan?"

Pertanyaannya adalah: "Apakah aku memiliki hati yang sama dengan Bapa?"

John Wesley pernah berdoa:
"Lord, let me not live to be useless."
("Tuhan, jangan biarkan aku hidup tanpa berguna.") 

Salah satu cara kita tidak hidup sia-sia adalah dengan menjadi orang yang ikut merayakan apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup orang lain.

Hati anak sulung sibuk mengingat masa lalu orang lain; hati Bapa bersukacita atas masa depan yang sedang Tuhan bangun bagi mereka.

#AnakSulung
#LIFEWords 

Tidak ada komentar: