BERBAHAGIALAH ORANG YANG BERDUKACITA
Matius 5:4
"Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur."
Tidak semua luka dapat dilihat oleh mata.
Ada kesedihan yang tersembunyi di balik senyuman.
Ada air mata yang tidak pernah jatuh di depan orang lain.
Ada hati yang tetap melayani, tetap bekerja, tetap terlihat kuat, tetapi diam-diam sedang menanggung beban yang berat.
Mungkin hari ini Anda sedang membawa salah satunya.
Mungkin Anda sedang berduka karena kehilangan seseorang yang sangat Anda kasihi.
Mungkin Anda sedang menyesali sebuah keputusan yang tidak bisa diputar kembali.
Mungkin Anda sedang berdoa untuk anak yang semakin jauh dari Tuhan.
Atau mungkin Anda sedang kecewa terhadap diri sendiri karena merasa telah gagal memenuhi harapan Tuhan.
Di tengah semua itu, Yesus berkata,
"Berbahagialah orang yang berdukacita."
Kalimat ini terdengar aneh.
Bagaimana mungkin orang yang berduka disebut berbahagia?
Kata "berdukacita" berasal dari kata Yunani penthountes, yang menggambarkan ratapan yang dalam, seperti kesedihan seseorang yang kehilangan orang yang sangat dikasihinya.
Yesus tidak sedang berbicara tentang kesedihan yang dangkal.
Ia berbicara tentang hati yang benar-benar hancur.
Hati yang tidak lagi berpura-pura kuat.
Hati yang datang kepada Tuhan apa adanya.
Dunia berkata,
"Simpan air matamu."
"Jangan tunjukkan kelemahanmu."
Tetapi Tuhan berkata,
"Datanglah kepada-Ku."
Salah satu hal yang indah tentang Tuhan adalah Dia tidak pernah terganggu oleh air mata kita.
Kita mungkin tidak mengerti bagaimana harus berdoa.
Kita mungkin tidak memiliki kata-kata yang tepat.
Tetapi Tuhan mengerti bahasa air mata.
Petrus pernah merasakan hal itu.
Setelah menyangkal Yesus tiga kali, ia keluar dan menangis dengan sangat sedih.
Namun justru dari tempat itulah pemulihannya dimulai.
Air mata pertobatan yang mengalir malam itu menjadi awal dari kehidupan yang dipulihkan Tuhan.
Mungkin hari ini Anda sedang menangis karena sesuatu yang tidak dipahami orang lain.
Ingatlah, Tuhan yang melihat Hagar menangis di padang gurun adalah Tuhan yang sama yang melihat Anda hari ini.
Tidak ada satu pun air mata yang luput dari perhatian-Nya.
Tidak ada satu pun luka yang terlalu kecil bagi kasih-Nya.
Dan tidak ada satu pun hati yang terlalu hancur untuk dipulihkan-Nya.
Karena Yesus tidak hanya melihat kesedihan kita.
Ia juga membawa penghiburan-Nya kepada kita.
Mungkin penghiburan itu tidak datang secepat yang kita harapkan.
Tetapi janji-Nya tetap sama:
"Mereka akan dihibur."
Hari ini, jangan sembunyikan dukacitamu dari Tuhan.
Bawalah semuanya kepada-Nya.
Sebab sering kali, penghiburan terbesar Tuhan lahir dari air mata yang paling dalam.
"Air mata yang dibawa kepada Tuhan tidak pernah sia-sia. Di tempat hati yang hancur, Tuhan sering kali memulai pekerjaan pemulihan-Nya."
"God had one Son without sin, but never one without suffering." Augustine of Hippo
#UcapanBahagia
#TheBeatitudes
#LIFEWords
Tidak ada komentar:
Posting Komentar