Minggu, 07 Juni 2026

KISAH SI ANAK SULUNG Bagian Ke-6

BAPA YANG TETAP MENCARI 

Lukas 15:28
"Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia."

Salah satu bagian paling indah dari perumpamaan ini adalah bahwa sang ayah keluar menemui anak sulung.

Ketika anak bungsu pergi meninggalkan rumah, sang ayah menantikannya kembali. 

Ketika anak sulung menolak masuk ke rumah, sang ayah juga keluar mencarinya.

Ini menunjukkan bahwa kedua anak sebenarnya sama-sama terhilang. 

Yang satu terhilang dalam pemberontakan, yang lain terhilang dalam kesombongan dan kepahitan. 

Namun kasih sang ayah menjangkau keduanya.

Anak sulung tidak meminta ayahnya datang. Bahkan ia sedang marah dan menolak masuk. 

Tetapi sang ayah tetap mengambil inisiatif. Ia mendekat, berbicara dengan lembut, dan mengundangnya masuk ke dalam sukacita keluarga.

Demikianlah kasih Allah. 

Allah bukan hanya mencari mereka yang tersesat dalam dosa yang kelihatan, tetapi juga mereka yang tersesat dalam luka hati, kekecewaan, kemarahan, legalisme, dan kesombongan rohani. 

Ketika kita menjauh, Dia tidak berhenti memanggil. Ketika kita mengeraskan hati, Dia tetap mengetuk pintu hati kita.

A. W. Tozer pernah berkata:
"Allah selalu lebih ingin berbicara kepada kita daripada kita ingin mendengar-Nya."

Sering kali kita berpikir bahwa kitalah yang sedang mencari Tuhan. Padahal sebelum kita mencari-Nya, Dia sudah lebih dahulu mencari kita. 

Sebelum kita berdoa, Dia sudah menunggu. Sebelum kita kembali, Dia sudah membuka tangan-Nya.

Hari ini mungkin kita merasa jauh dari Tuhan. Mungkin hati kita dipenuhi kekecewaan, kepahitan, atau pertanyaan yang belum terjawab. 

Kabar baiknya adalah: Tuhan tidak menjauh ketika kita menjauh. Ia adalah Bapa yang tetap mencari.

Tidak ada jarak yang terlalu jauh bagi kasih-Nya, dan tidak ada hati yang terlalu keras untuk dijangkau oleh anugerah-Nya.

#AnakSulung
#LIFEWords 

Tidak ada komentar: